Setelah lima tahun tidak lagi menjadi penyalur, Bank NTT kembali memperoleh mandat untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan alokasi awal sebesar Rp350 miliar. Keputusan ini menjadi penanda kembalinya salah satu instrumen pembiayaan murah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur, di tengah upaya memperkuat fondasi ekonomi berbasis kerakyatan di daerah. Kembalinya Bank NTT dalam skema KUR tidak lepas dari dorongan Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena. Sejak awal masa jabatannya, ia disebut aktif melakukan komunikasi dan advokasi ke pemerintah pusat agar Bank NTT kembali diberi ruang sebagai penyalur pembiayaan bersubsidi tersebut. Bagi daerah seperti NTT, yang struktur ekonominya masih bertumpu pada sektor primer dan usaha mikro, akses terhadap pembiayaan murah menjadi salah satu prasyarat penting untuk menjaga daya tahan dan meningkatkan skala usaha masyarakat. Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengatakan, kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR merupakan bentuk kepercayaan pemerintah setelah sebelumnya bank daerah tersebut sempat dikeluarkan dari skema penyaluran akibat pertimbangan kinerja penyaluran kredit.
Baca Selengkapnya