Bank NTT menargetkan laba bersih sebesar Rp43,6 miliar pada tahun 2026. Hal ini sampaikan Direktur Utama Bank NTT, Charli Paulus kepada wartawan di Kupang usai rapat bersama Komisi III DPRD NTT, Rabu (21/1/2026). Charli mengatakan Bank NTT optimistis kinerja pada tahun buku 2026 akan membaik. Dengan struktur manajemen yang lebih stabil dan percepatan penyaluran kredit sejak awal tahun, potensi dividen diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp43,6 miliar. “Kami berharap 2026 menjadi tahun yang lebih sehat dan produktif. Tapi semua tetap bergantung pada disiplin pengelolaan pendapatan dan biaya,” kata Charlie. Ia mengatakan, Bank NTT menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi keuangan dan tata kelola perusahaan sebagai langkah strategis menuju kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Charlie mengatakan bahwa manajemen memilih jalur kehati-hatian dan transparansi dalam menghadapi berbagai tantangan yang diwarisi dari periode sebelumnya. Menurut dia, langkah penataan ini penting agar bank daerah dapat tumbuh secara stabil dan memberi kontribusi optimal bagi pembangunan daerah. “Bank yang sehat harus berani jujur pada neraca keuangannya. Kami ingin memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya, sehingga ke depan Bank NTT berdiri di atas fondasi yang kuat,” kata Charlie.
Baca Selengkapnya