Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi keuangan dan tata kelola perusahaan sebagai langkah strategis menuju kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal yang dilakukan sepanjang tahun buku 2025. Direktur Utama Bank NTT, Charli Paulus, mengatakan bahwa manajemen memilih jalur kehati-hatian dan transparansi dalam menghadapi berbagai tantangan yang diwarisi dari periode sebelumnya. Menurut dia, langkah penataan ini penting agar bank daerah dapat tumbuh secara stabil dan memberi kontribusi optimal bagi pembangunan daerah. “Bank yang sehat harus berani jujur pada neraca keuangannya. Kami ingin memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya, sehingga ke depan Bank NTT berdiri di atas fondasi yang kuat,” kata Charli dalam rapat bersama DPRD NTT, Selasa, 21 Januari 2026. Sepanjang 2025, manajemen Bank NTT melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas kredit, kewajiban biaya, serta struktur operasional. Penataan tersebut mencakup pembentukan cadangan risiko secara memadai dan pengakuan kewajiban yang sebelumnya belum tercatat, sebagai bagian dari penguatan prinsip kehati-hatian perbankan.
Baca Selengkapnya