Selamat Datang di Website BANK NTTSUKU BUNGA DASAR KREDIT (SBDK) : 1. KREDIT KORPORASI 11.04%, KREDIT RITEL 12.23%, KREDIT MIKRO 11.08%, KREDIT KONSUMSI (KPR) 11.02%, KREDIT KONSUMSI (NON KPR) 14.51% 

Bank Indonesia & Bank NTT Kerjasama Kas Keliling 2016

Bank Indonesia & Bank NTT Kerjasama Atasi Ketersediaan Rupiah Layak Edar di Perbatasan

Berada di kawasan terdepan dan terluar Indonesia, Kabupaten Belu merupakan cermin citra NKRI.  Posisi yang strategis melahirkan kawasan ekonomi baru di wilayah kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Hal tersebut menyebabkan   tingginya tingkat perputaran dan kebutuhan uang serta perpindahan barang dan manusia. Menyikapi hal tersebut Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia yang memiliki kewenangan untuk mengatur jumlah peredaran Rupiah melalui Bank Indonesia Perwakilan NTT  menunjuk Bank NTT Kantor Cabang Atambua sebagai Penitipan Kas milik Bank Indonesia. Apa yang dilakukan oleh BI tersebut merupakan upaya intervensi untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan Rupiah layak edar yang sangat besar di kawasan perbatasan. Kondisi fisik uang Rupiah yang rusak ataupun kumal karena sering berpindah tangan menyebabkan jumlah uang Rupiah layak edar semakin berkurang. Masyarakat di kabupaten Belu yang berada di pedesaan dan jauh dari akses bank juga menjadi salah satu kendala untuk menukarkan uang Rupiah tidak layak edar yang dimiliki. Untuk mengatasi persoalan tersebut maka BI perwakilan NTT bekerjasama dengan Bank NTT Kantor Cabang Atambua mengadakan kerjasama implementasi Kas Keliling. Dengan adanya Kas Keliling maka kebutuhan masyarakat akan uang Rupiah dengan kondisi yang baik dapat terpenuhi. Kerjasama Kas Keliling tersebut ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Bank NTT, Eduardus Bria Seran dan kepala kantor Bank Indonesia Perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga di Atambua, Rabu(30/8). Mobil Kas Keliling nantinya akan melayani 3 titik di wilayah perbatasan 2 kali seminggu, yaitu di Turiskain, Kecamatan Raihat, di Motaain, Kecamatan Tasifeto serta di Wini, Kabupaten TTU. Wini merupakan daerah yang berada dekat dengan Oecusi, wilayah Timor Leste yang secara geografis terpisah dari daratan utama negara tersebut dan berada di wilayah Indonesia (Timor Barat).  “Bank NTT Cabang Atambua harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan Bank Indonesia dengan menempatkan Kas di Bank NTT Cabang Atambua dan sekarang Kas Keliling. Hal itu harus dilakukan dengan memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat”, jelas Edy, sapaan akrab Direktur Pemasaran Dana Bank NTT. Secara teknis kas keliling tersebut akan dioperasikan melalui Bank NTT Kantor Cabang Atambua menurut Louis Gonzalves Atie, Pemimpin Cabang Bank NTT Atambua. Sementara itu Naek Tigor Sinaga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi kabupaten Belu yang mencapai 5,4 persen tentunya juga membutuhkan uang kartal Rupiah layak edar dalam jumlah yang cukup, untuk itu menurutnya inisiatif kas keliling yang menyediakan Rupiah layak edar ini dapat semakin menunjukkan kedaulatan kita di wilayah perbatasan. “Rupiah merupakan simbol negara, untuk itu ketersediaan Rupiah layak edar harus mencukupi sehingga masyarakat lebih memilih bertransaksi menggunakan rupiah’.  ujarnya. (jr)      

post1